Dapatkah Pemilu Mendorong Pembangunan Kekuatan Rakyat untuk Perubahan? Pergerakan Perempuan, Demokrasi, dan Pemilihan Umum
Dialog Virtual
Kapan: Selasa, 9 September, Pukul
Dalam dialog “Dapatkah Pemilu Mendorong Pembangunan Kekuatan Rakyat untuk Perubahan?”, JASS meluncurkan publikasi baru: Gerakan Perempuan, Demokrasi dan Pemilu: Hubungan Kompleks antara Pembangunan Gerakan Perempuan dan Pemilihan Umum.
Perdebatan di antara kaum progresif tentang peran Pemilu dalam perubahan sosial telah lama memecah opini. Apakah Pemilu adalah distraksiāatau lebih buruk, alat untuk mengkooptasi gerakan? Atau apakah Pemilu merupakan arena perjuangan yang krusial di mana agenda feminis untuk keadilan dan kesetaraan dapat dipromosikan? Berdasarkan riset dan pengalaman bertahun-tahun, publikasi terbaru JASS dari Seri Making Change Happen mengeksplorasi bagaimana gerakan perempuan berinteraksi dengan Pemilu di tiga wilayahāMesoamerika, Asia Tenggara, dan Afrika bagian Selatan. Di acara peluncuran ini, penyelenggara dan sekutu gerakan dari seluruh dunia akan berbagi refleksi tentang apakah, mengapa, dan bagaimana gerakan dapat dan harus terlibat dalam proses Pemilu.
Dialog ini dapat didengarkan dalam Bahasa Inggris, Spanyol, dan Indonesia.
Dengarkan
Daftar Putar Lagu
Para Panelis

Maria Matui
Maria Matui adalah seorang pengacara asal Tanzania dan advokat terkemuka untuk kesetaraan gender, keadilan iklim, dan hak asasi manusia. Dia adalah Pendiri dan Koordinator Nasional Koalisi untuk Gender dan Perubahan Iklim Tanzania, di mana ia telah memperjuangkan integrasi gender ke dalam kebijakan iklim nasional dan berkontribusi pada pengembangan Strategi Gender dan Perubahan Iklim Nasional Tanzania. Dia juga memulai Climate Financing CafƩ dan memainkan peran kunci dalam membangun Gerakan Keadilan Iklim pertama di Tanzania, memastikan bahwa suara perempuan, komunitas adat, dan kelompok terpinggirkan lainnya menjadi pusat dalam tata kelola iklim. Dia adalah Ketua Pendiri Koalisi Pembela Hak Asasi Perempuan (WHRDs) dan anggota pendiri Jaringan WHRDs Afrika Timur dan Tanduk Afrika, juga salah satu Pendiri Aksi Perempuan untuk Pembangunan Ekonomi dan Yayasan Akses Keadilan untuk Perempuan dan Anak Perempuan di Penjara. Maria juga merupakan anggota Kampanye Stand for Her Land, salah satu penyelenggara Pemantau Gender dalam Perubahan Iklim di Tanzania, dan bagian dari kelompok pertama Perempuan Afrika dalam Mediasi dan Negosiasi di bawah FEMWISE. Dia juga menjabat beberapa peran penasihat, termasuk di Koalisi Hak atas Pembangunan dan Satuan Tugas Transisi Adil Afrika untuk Keadilan Iklim.

Jonathan Fox
Jonathan Fox adalah seorang profesor di Sekolah Hubungan Internasional di American University, di mana ia memimpin Pusat Penelitian Akuntabilitas (ARC). ARC bekerja sama dengan berbagai organisasi akar rumput, pemimpin masyarakat sipil, dan perumus kebijakan di Global South, untuk belajar bersama dari strategi-strategi mereka untuk mewujudkan pemerintahan yang akuntabel. Fox bekerja sama dengan rekan-rekannya di Meksiko, Kolombia, dan Filipina, serta dengan organisasi mitra di Guatemala dan Nigeria. Publikasinya dapat ditemukan di www.jonathan-fox.org, termasuk banyak dalam Bahasa Spanyol. Untuk publikasi ARC, bisa dilihat di www.accountabilityresearch.org.

Ana Abelenda
Ana Abelenda adalah seorang feminis Latinx berbasis di Uruguay dan lahir di Brasil dari seorang ibu yang berada dalam pengasingan politik. Semangat perjuangannya meliputi antropologi feminis dan dekolonial, keadilan ekonomi, dan perlawanan terhadap fasisme di tiap zona waktu. Saat ini ia adalah salah satu Pemimpin Pengorganisasian di Noor, sebuah jaringan dan “think and do“ tank yang berfokus pada pemblokiran dan perlawanan agenda sayap kanan, serta pengembangan visi transformasi feminis. Sebelum bergabung dengan Noor pada tahun 2023, ia memimpin bersama proyek keadilan ekonomi di AWID selama lebih dari 12 tahun.

Rosa ChƔvez
Rosa adalah Koordinator Nasional JASS di Guatemala, juga seorang penyair, seniman, dan aktivis dari kelompok etnis Kāiche-Kaqchiquel Maya yang telah meraih berbagai penghargaan. Rosa mempelajari ilmu sosial, manajemen kebudayaan, serta pertunjukan sinema dan audiovisual. Dia bekerja sama dengan perempuan dan gerakan di Guatemala, terutama perempuan Maya, terkait isu-isu memori sejarah, hak asasi manusia, ekstraktivisme dan pembelaan wilayah, serta pemulihan.

Wadzanayi Vere
Wadzanayi Vere adalah Koordinator Nasional JASS di Zimbabwe. Ia memiliki hampir 30 tahun pengalaman dalam mengorganisir dan memobilisasi perempuan di komunitas Zimbabwe, membangun kekuatan kolektif untuk inklusi, partisipasi, dan keterlibatan. Wadzanayi pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif untuk Yayasan Pengembangan Swabantu; Wakil Ketua Koalisi Perempuan Zimbabwe; Ketua Asosiasi LSM Nasional; dan mewakili perempuan di Dewan Forum Gereja & Masyarakat Sipil di Zimbabwe. Wadzanayi memiliki kepedulian besar terhadap kepemimpinan perempuan dan peran mereka dalam pemerintahan dan pengambilan keputusan. Selain perannya di JASS, ia juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Batu Permata (organisasi pemberdayaan perempuan dan anak perempuan berbasis akar rumput); dan Ketua NOCCA (organisasi keadilan iklim berbasis komunitas). Wadzanayi memiliki gelar Magister dalam Tata Kelola dan Kepemimpinan.

Justine Siscar
Justine Alyssa Siscar adalah Koordinator Nasional JASS di Filipina. Dia adalah seorang peneliti, aktivis, dan penulis dari Manila. Selama masa kuliahnya, dia bekerja dengan sesama mahasiswa dan pemuda dari komunitas miskin di Wilayah Metropolitan Manila untuk memperjuangkan akses pendidikan berkualitas. Dia juga pernah bekerja mengorganisir perempuan tani dan perempuan adat di Luzon. Sebelum menjadi bagian dari JASS Asia Tenggara sebagai Koordinator Nasional Filipina, dia menjabat sebagai Koordinator Penelitian di Pusat Sumber Daya Perempuan, mitra strategis JASS di Filipina.

Sandra MorƔn
Sandra MorƔn adalah seorang lesbian, revolusioner, feminis, militan, dan pembela hak-hak perempuan, keragaman seksual, masyarakat adat, serta pemuda. Ia juga seorang seniman, ilmuwan politik, dan pendidik populer. Ia ikut mendirikan Aliansi Politik Perempuan pada tahun 1994, yang berkontribusi dalam peningkatan usulan perempuan dalam Perjanjian Damai 1996. Ia mengambil bagian dalam Komite Penyelenggara Forum Perempuan, sebuah badan nasional yang memastikan pemenuhan 28 komitmen terhadap perempuan dalam Perjanjian Damai. Dia adalah anggota Komite Internasional March of Women antara tahun 2011-2015. Dari tahun 2016 hingga Januari 2020, terpilih sebagai Perwakilan di Kongres Guatemala, menjadi lesbian pertama yang terpilih dalam sejarah Guatemala. Dia memimpin Sekolah Organisasi Feminis Internasional, sebuah inisiatif pendidikan untuk memajukan Ekonomi Feminis sebagai model alternatif yang berfokus pada keberlanjutan kehidupan. Di Guatemala, ia juga mengorganisir Gerakan Perempuan dengan Kekuasaan Konstitusi untuk mengusulkan elemen-elemen untuk Konstitusi Baru dari perspektif perempuan, masyarakat adat, dan keragaman seksual.

Alexa Bradley (Q&A)
Alexa Bradley berpengalaman sebagai pengorganisir, fasilitator, ahli strategi organisasi dan pendidik populer selama lebih dari 25 tahun, dengan perhatian khusus pada topik-topik seputar pengorganisasian masyarakat dan strategi gerakan sosial yang lebih luas. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Program JASS.

Laura CarlsenĀ (Moderator)
Laura adalah Koordinator Ilmu Pengetahuan dan Solidaritas Global di JASS. Dia adalah warga negara Meksiko/AS, aktivis feminis, analis politik, jurnalis, dan seorang ibu. Dia memiliki gelar BA interdisipliner dalam “Pemikiran Sosial dan Institusi: Penekanan pada Studi Perempuan” dari Universitas Stanford dan gelar Magister dalam Studi Amerika Latin juga dari Stanford. Dia berbasis di Mexico City, di mana ia menjadi pembawa acara program televisi hubungan internasional āHecho en AmĆ©rica (Buatan Amerika)ā dan memimpin Think Tank Mira: Feminisme dan Demokrasi.

Vivienne Mentor-Lalu (Moderator)
Vivienne Mentor-Lalu adalah Direktur Regional JASS Afrika bagian Selatan. Dia adalah seorang aktivis feminis yang berkomitmen membela dan memajukan hak-hak perempuan dan individu non-biner/trans serta keadilan sosial. Vivienne menyelesaikan studi dan mendapatkan gelarnya dari Universitas Western Cape dalam pekerjaan sosial. Dia bekerja dengan isu-isu seperti kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan berbasis gender; kekerasan terhadap anak dan hak-hak anak; hak-hak pekerja seks; akuntabilitas pemerintah dan partisipasi publik; juga pemerintahan yang feminis. Vivienne bekerja dengan berbagai pendekatan termasuk reformasi hukum dan kebijakan; pemantauan dan pelacakan kinerja pemerintah; riset; serta organisasi dan mobilisasi.


























